BOLANO — Dalam upaya mempersiapkan generasi muda yang berkarakter, tangguh, dan memiliki kapabilitas manajerial yang mumpuni, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Parigi menyelenggarakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sebagai kawah candradimuka bagi para kader Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM). Kegiatan yang resmi dimulai pada Sabtu, 4 Februari 2023 ini, menjadi momentum penting dalam roda regenerasi kepemimpinan siswa di lingkungan madrasah.
Pelaksanaan LDK tahun ini dirancang secara komprehensif dengan tujuan untuk menanamkan jiwa kepemimpinan yang berintegritas, melatih kedisiplinan mental dan fisik, serta membekali calon pengurus OSIM dengan pemahaman tata kelola keorganisasian yang profesional.

Kegiatan yang berlangsung secara intensif selama empat hari tiga malam ini, dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN 3 Parigi, Bapak Drs. H. Sabrun, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya amanah dan tanggung jawab yang harus diemban oleh seorang pemimpin. Selama masa karantina LDK, para peserta dibina dan didampingi secara langsung oleh Ustaz Mulkus dan Ustaz Ardan Lelemappuji, yang memberikan suntikan materi seputar kepemimpinan berbasis nilai-nilai spiritual dan akhlakul karimah.
Hal yang paling menonjol dari LDK OSIM kali ini adalah kuatnya semangat kolaborasi lintas organisasi. Pihak madrasah secara khusus menggandeng Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bolano sebagai mitra koordinator pelaksana kegiatan. Keterlibatan IPM Bolano yang telah memiliki jam terbang tinggi dan terlatih dalam manajemen acara, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses, sistematis, dan tepat sasaran.
Tidak hanya itu, wujud nyata sinergi internal madrasah juga ditunjukkan oleh keikutsertaan Dewan Penggalang Pramuka MTsN 3 Parigi. Sebagai bentuk dukungan solidaritas antarorganisasi, pasukan Pramuka mengambil peran krusial di balik layar dengan menangani penuh sektor konsumsi dan logistik operasional. Dukungan penuh dari anggota Pramuka ini memungkinkan seluruh peserta LDK untuk tetap fokus dan konsentrasi penuh dalam menyerap materi, tanpa harus terbebani oleh urusan teknis lapangan.
Pembina OSIM MTsN 3 Parigi, yang juga bertindak selaku koordinator utama kegiatan, memaparkan bahwa materi inti difokuskan pada simulasi persidangan dan pemecahan masalah (problem solving).
"Dalam sesi persidangan ini, anak-anak tidak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka belajar berdebat secara sehat, berlatih public speaking, dan mempraktikkan bagaimana cara mengambil keputusan yang bijak saat memimpin sebuah kelompok maupun memimpin forum yang lebih besar. Ini adalah simulasi nyata dari tantangan keorganisasian," paparnya.

Setelah digembleng dengan materi yang padat, pada hari keempat sekaligus hari terakhir, seluruh peserta, panitia, dan dewan guru bertolak menuju Pantai Wisata Moian yang terletak di Desa Taopa. Pemilihan lokasi ini ditujukan sebagai sarana refreshing dan ice breaking di alam terbuka, sekaligus menjadi lokasi syahdu untuk upacara penutupan kegiatan LDK. Gelak tawa dan kebersamaan di tepi pantai berhasil melepas penat dan semakin mempererat ikatan emosional seluruh kader.
Melalui pelaksanaan LDK ini, pihak MTsN 3 Parigi menaruh harapan besar agar para peserta yang telah lulus mampu menjadi uswatun hasanah (teladan yang baik) bagi seluruh siswa lainnya. Pengurus OSIM yang baru diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap kondisi lingkungan madrasah, inovatif dalam menciptakan program, serta berani mengambil peran sebagai motor penggerak kedisiplinan dan kreativitas siswa.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, para kader yang telah digembleng akan segera memasuki tahapan perumusan program kerja tahunan dan pelantikan resmi kepengurusan OSIM periode baru. Pihak madrasah bersama Pembina OSIM juga akan melakukan pendampingan dan evaluasi kinerja secara berkala, guna memastikan ilmu kepemimpinan yang didapat selama LDK benar-benar diimplementasikan secara nyata dalam keseharian di MTsN 3 Parigi.

